Husnudzon atau baik sangka, apa itu? Husnudzon adalah
berbaik sangka atau berpikir positif. Tak ada pikiran negative. Hanya pikiran
yang baik-baik saja yang ada didalam pikiran kita. Husnudzon ini agak cukup
sulit dilakukan, karena biasanya rata-rata orang-orang hanya memandang sebelah
mata lalu berpikiran negative tanpa melakukan konfirmasi apapun pada orang yang
diberi prasangka. Contoh mudahnya seperti ini, jika kita diberi kesenangan,
otomatis akan sangat mudah bagi kita untuk husnudzon, tapi ketika kita diberi
kesusahan atau kesulitan, apakah kita masih tetap akan berbaik sangka? Jika ada
orang yang menolak member bantuan pada kita, atau mereka bersikap jahat pada
kita, apakah kita masih bisa berbaik sangka?
“oh
mungkin dia sedang diizinkan Allah untuk membantu mendewasakan kita…”
“oh
mungkin dia sedang ada masalah dengan keluarganya makanya dia marah-marah
seperti itu’
“oh
mungkin memang aku yang salah, karna seharusnya aku bisa mengerjakannya
sendiri..”
Pernah seperti itu? Jika iya, Alhamdulillah.. karena memang
berbaik sangka itu membutuhkan hati yang lapang. Tapi biasanya orang sudah
men-judge seseorang karena kesalahan kecil, misal :
“yaampun,
pelit banget sih kaya gitu aja gamau nolongin. Awas aja ya nanti blablabla….”
“biarin
aja nanti dia ga ada yang mau nemenin, orang dia jahat gitu”
Harusnya kita selalu berbaik sangka, karena apapun yang
terjadi sama kita itu sudah diijinkan Allah untuk terjadi. Tak usah menyesali
apapun, cukup terima dengan lapang dada dan ikhlas. Ikhlas menerima bahwa memang
orang itu dikirim Tuhan untuk membantu mendewasakanmu.
Tetap berbaik sangka yah, terutama berbaik sangka sama
Allah. Karena takdir apapun yang terjadi, mau baik ataupun buruk, itu semua
sudah diatur oleh Allah untuk kita. Tinggal kita yang memaknai serta mengambil
hikmah dari apa yang terjadi sama kita. Bismillah.
Salam,
rap

Tidak ada komentar:
Posting Komentar