Selasa, 27 Oktober 2015

Mari berbaik sangka




Husnudzon atau baik sangka, apa itu? Husnudzon adalah berbaik sangka atau berpikir positif. Tak ada pikiran negative. Hanya pikiran yang baik-baik saja yang ada didalam pikiran kita. Husnudzon ini agak cukup sulit dilakukan, karena biasanya rata-rata orang-orang hanya memandang sebelah mata lalu berpikiran negative tanpa melakukan konfirmasi apapun pada orang yang diberi prasangka. Contoh mudahnya seperti ini, jika kita diberi kesenangan, otomatis akan sangat mudah bagi kita untuk husnudzon, tapi ketika kita diberi kesusahan atau kesulitan, apakah kita masih tetap akan berbaik sangka? Jika ada orang yang menolak member bantuan pada kita, atau mereka bersikap jahat pada kita, apakah kita masih bisa berbaik sangka?

“oh mungkin dia sedang diizinkan Allah untuk membantu mendewasakan kita…”
“oh mungkin dia sedang ada masalah dengan keluarganya makanya dia marah-marah seperti itu’
“oh mungkin memang aku yang salah, karna seharusnya aku bisa mengerjakannya sendiri..”

Pernah seperti itu? Jika iya, Alhamdulillah.. karena memang berbaik sangka itu membutuhkan hati yang lapang. Tapi biasanya orang sudah men-judge seseorang karena kesalahan kecil, misal :
“yaampun, pelit banget sih kaya gitu aja gamau nolongin. Awas aja ya nanti blablabla….”
“biarin aja nanti dia ga ada yang mau nemenin, orang dia jahat gitu”



Harusnya kita selalu berbaik sangka, karena apapun yang terjadi sama kita itu sudah diijinkan Allah untuk terjadi. Tak usah menyesali apapun, cukup terima dengan lapang dada dan ikhlas. Ikhlas menerima bahwa memang orang itu dikirim Tuhan untuk membantu mendewasakanmu.

Tetap berbaik sangka yah, terutama berbaik sangka sama Allah. Karena takdir apapun yang terjadi, mau baik ataupun buruk, itu semua sudah diatur oleh Allah untuk kita. Tinggal kita yang memaknai serta mengambil hikmah dari apa yang terjadi sama kita. Bismillah.

Salam,
rap

Kamis, 22 Oktober 2015

Kehilangan



Kehilangan..

Sebuah kata yang begitu menyakitkan. Kehilangan berasal dari kata ‘hilang’ yang berarti pergi. Entah itu sebuah barang ataupun orang , jika kita merasa kehilangan pasti tentu kita akan merasa sedih. Kehilangan benda kesayangan, misalnya gelang, akan membuat kita sedih. Kenapa? Padahal kita bisa membeli gelang itu lagi, tapi kita merasa sedih karena kenangan dari sebuah gelang itu. Entah seseorang yang memberi gelang itu, ataupun makna dari gelang itu sendiri bagi kita maupun orang yang memberi. Apalagi dengan kehilangan seseorang? Seseorang yang kita sayangi sepenuh hati. Seseorang yang membuat kita memaknai hidup, seseorang yang memberi semangat dalam menjalani hidup, pokoknya seseorang yang sangat berarti untuk hidup kita.

Siapa sih yang mau merasakan kehilangan? Tidak ada. Tidak ada seorangpun yang ingin merasa kehilangan orang yang disayanginya. Tetapi hidup ini selalu mengajarkan keikhlasan untuk menerima bahwa sesuatu yang dipertemukan suatu saat nanti pasti akan dipisahkan. “Akan tiba saatnya seseorang yang kita sayang akan hilang, entah hilang diambil Tuhan atau hilang diambil orang. Tinggal kita yang memaknai semua kebersamaan dengannya”.

Butuh waktu berapa lama untuk mengikhlaskan kehilangan? Tak tentu. Semua tergantung kepada diri masing-masing orang. Tergantung seberapa besar takaran kasih dan sayang terhadap orang itu dan seberapa berartinya orang itu terhadap hidup kita. Keluarga? Sanggupkah kalian kehilangan keluarga kalian? Butuh waktu berapa lama untuk mengikhlaskan? Tak terhingga bukan? Malah takkan pernah terlupakan. Semua kenangan tentang keluarga akan selalu teringat. Kebiasaan bangun pagi, kebiasaan mandi, makan, bercerita, dan lain-lain. Semua pasti akan masih sangat jelas tergambar didalam pikiran kita meskipun mereka sudah tidak bersama kita. Bagaimana kalau kehilangan pacar atau sahabat? Itu juga sama. Semua memiliki porsi tersendiri didalam hidup kita. Seberapa penting mereka hanya kita yang tau. Jadi seberapa lama kita mengikhlaskanpun hanya kita yang tau. Kalau pacar mungkin jika sudah ada yang baru, akan dengan mudah mengikhlaskan yang lalu, tapi tidak semua seperti itu. Ada mereka yang begitu menyayangi dengan sepenuh hati dan berharap penuh hingga pada akhirnya dikecewakan dan sakit hati hingga sulit mengikhlaskan, dan timbul dendam, hingga akhirnya terus mengingat kesakitan itu, mungkin kasus yang seperti ini akan butuh waktu lama. Tapi ingat, Allah selalu memberi kita yang terbaik. Jika kita ditakdirkan untuk merasa kehilangan seseorang, pasti Allah akan mengirimkan seseorang yang lebih baik lagi untuk kita.

Jadi, kuncinya hanya sabar dan ikhlas dalam menghadapi kehilangan. Tidak perlu terus dipikirkan, cukup diingat dan diambil hikmahnya agar kita bisa mengartikan makna kebersamaan bersama orang yang kita sayangi. Jangan sia-siakan dia yang tulus menyayangimu, hingga akhirnya nanti dia yang menyayangimu hilang…

Salam ,
rap

Senin, 12 Oktober 2015

Aku kembali

Halo...
Akhirnya aku kembali menulis blog lagi setelah kurang lebih dua tahun aku berpetualang di dunia kerja. Entah kenapa ada sesuatu yang aku kangen-in dari menulis, makanya aku kembali membuka blog. tapi ternyata, blognya gabisa dibuka, jadi terpaksa aku harus buat blog yang baru. yaa semoga tulisan dalam blog ini gak kalah bermanfaatnya yaah dari blog yang terdahulu..

Okey, pertama aku cerita sedikit ya tentang petualangan aku di dunia kerja dari mulai lulus kuliah hingga sekarang.
Pertama, pas aku semester 6, lagi libur kuliah, aku magang di Bank yang kerjasama sama kampus. 3 bulan disana dan aku nyaman, karena Mas Nanangs dan Pak Husni baik banget. Kerja sebagai frontliner, memang banyak pengalamannya, apalagi pengalaman ngadepin nasabah yang bermacam-macam bentuknya. dari yang ramah, galak, jutek, baik, ga ngerti apa-apa, sok tau, dll. Aku sama Mas Nanangs ketawa-ketawa aja ngadepin nasabah, tapi didepan nasabah kita profesional loh yaa.. hihihi..3 bulan terlewati dan akhirnya aku berpisah dengan Mas Nanangs dan Pak Husni, tp sampe skrg masih keep contact kok.

Next, aku diajak jualan asuransi pas aku lagi semester akhir. not bad lah yaa, karena market aku masih keluarga jadi masih bisa aku lobby, berjalan hampir 6 bulan, mama ga nyetujuin, karena aku pulang malem terus, mama khawatir anaknya kenapa-kenapa. Baiklah, aku ikutin mama sambil mencari pekerjaan lain.

Dann aku menemukan pekerjaan baru, di travel. Pas aku jadi agent, ada reward jalan-jalan ke luar negeri, tapi harus jualan dulu. nah, aku mau, gimana caranya aku bisa ke luar negri tanpa jualan, yaudah kerja di travel. Kebetulan tante aku ada yang ngeshare lowongan di travel, Alhamdulillah aku keterima disana. dan baru satu bulan kerja kita berangkat ke KL buat bawa rombongan nonton moto gp. SENANG! ALHAMDULILLAH. Impianku satu persatu terkabul.

Karena ada suatu masalah, jadi ada pergantian management di kantor itu, dan aku udh lulus kuliah juga. aku pengen coba kerja di Bank. kayanya kece ya para pegawai bank itu.. Aku coba cari dan yess, aku masuk di salah satu bank swasta menjadi back office. Masih karyawan kontrak sih, tapi yasudahlah nkmatin aja. Berjalan hampir setahun, aku ga mendapatkan hasil dari kerja aku di bank, karir ga ada kejelasan, gaji pun segitu-gitu aja. akhirnya aku cari kerjaan lain.

Minta referensi dari temen aku, akhirnya aku kerja di salah satu perusahaan pemerintah. Cuman dua bulan tapi, karena kerjaannya bosen, ga bikin berkembang, mentok. Tertarik disitu karena ada perjalanan dinasnya. tapi udh keburu diterima di kerjaan aku yang sekarang..

Now, aku kerja di salah satu perusahaan konsultan IT. sebenernya ini incaran aku dari dulu, tapi belum kesampean, but finally, I GOT YOU.. hahaha.. Alhamdulillah, lingkungannya nyaman, kerjaannya juga bisa bikin berkembang, jenjang karir ada. Insya Allah betah disini. Aamiin..

Cukup panjang sebenarnya perjalanan karirnya, aku tipikal orang yang bosenan dikantor, tapi Allah Maha Tahu, Allah berikan pekerjaan ini buat aku. Pekerjaan yang terbaik dari yang paling baik. Intinya adalah, Sabar dan tetap berusaha. dannn jangan mudah puas, tapi tetap bersyukur yaa..

salam,
rap.