Kamis, 22 Oktober 2015

Kehilangan



Kehilangan..

Sebuah kata yang begitu menyakitkan. Kehilangan berasal dari kata ‘hilang’ yang berarti pergi. Entah itu sebuah barang ataupun orang , jika kita merasa kehilangan pasti tentu kita akan merasa sedih. Kehilangan benda kesayangan, misalnya gelang, akan membuat kita sedih. Kenapa? Padahal kita bisa membeli gelang itu lagi, tapi kita merasa sedih karena kenangan dari sebuah gelang itu. Entah seseorang yang memberi gelang itu, ataupun makna dari gelang itu sendiri bagi kita maupun orang yang memberi. Apalagi dengan kehilangan seseorang? Seseorang yang kita sayangi sepenuh hati. Seseorang yang membuat kita memaknai hidup, seseorang yang memberi semangat dalam menjalani hidup, pokoknya seseorang yang sangat berarti untuk hidup kita.

Siapa sih yang mau merasakan kehilangan? Tidak ada. Tidak ada seorangpun yang ingin merasa kehilangan orang yang disayanginya. Tetapi hidup ini selalu mengajarkan keikhlasan untuk menerima bahwa sesuatu yang dipertemukan suatu saat nanti pasti akan dipisahkan. “Akan tiba saatnya seseorang yang kita sayang akan hilang, entah hilang diambil Tuhan atau hilang diambil orang. Tinggal kita yang memaknai semua kebersamaan dengannya”.

Butuh waktu berapa lama untuk mengikhlaskan kehilangan? Tak tentu. Semua tergantung kepada diri masing-masing orang. Tergantung seberapa besar takaran kasih dan sayang terhadap orang itu dan seberapa berartinya orang itu terhadap hidup kita. Keluarga? Sanggupkah kalian kehilangan keluarga kalian? Butuh waktu berapa lama untuk mengikhlaskan? Tak terhingga bukan? Malah takkan pernah terlupakan. Semua kenangan tentang keluarga akan selalu teringat. Kebiasaan bangun pagi, kebiasaan mandi, makan, bercerita, dan lain-lain. Semua pasti akan masih sangat jelas tergambar didalam pikiran kita meskipun mereka sudah tidak bersama kita. Bagaimana kalau kehilangan pacar atau sahabat? Itu juga sama. Semua memiliki porsi tersendiri didalam hidup kita. Seberapa penting mereka hanya kita yang tau. Jadi seberapa lama kita mengikhlaskanpun hanya kita yang tau. Kalau pacar mungkin jika sudah ada yang baru, akan dengan mudah mengikhlaskan yang lalu, tapi tidak semua seperti itu. Ada mereka yang begitu menyayangi dengan sepenuh hati dan berharap penuh hingga pada akhirnya dikecewakan dan sakit hati hingga sulit mengikhlaskan, dan timbul dendam, hingga akhirnya terus mengingat kesakitan itu, mungkin kasus yang seperti ini akan butuh waktu lama. Tapi ingat, Allah selalu memberi kita yang terbaik. Jika kita ditakdirkan untuk merasa kehilangan seseorang, pasti Allah akan mengirimkan seseorang yang lebih baik lagi untuk kita.

Jadi, kuncinya hanya sabar dan ikhlas dalam menghadapi kehilangan. Tidak perlu terus dipikirkan, cukup diingat dan diambil hikmahnya agar kita bisa mengartikan makna kebersamaan bersama orang yang kita sayangi. Jangan sia-siakan dia yang tulus menyayangimu, hingga akhirnya nanti dia yang menyayangimu hilang…

Salam ,
rap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar