Kehilangan..
Sebuah kata yang begitu menyakitkan. Kehilangan berasal dari kata ‘hilang’
yang berarti pergi. Entah itu sebuah barang ataupun orang , jika kita merasa
kehilangan pasti tentu kita akan merasa sedih. Kehilangan benda kesayangan,
misalnya gelang, akan membuat kita sedih. Kenapa? Padahal kita bisa membeli
gelang itu lagi, tapi kita merasa sedih karena kenangan dari sebuah gelang itu.
Entah seseorang yang memberi gelang itu, ataupun makna dari gelang itu sendiri
bagi kita maupun orang yang memberi. Apalagi dengan kehilangan seseorang? Seseorang
yang kita sayangi sepenuh hati. Seseorang yang membuat kita memaknai hidup,
seseorang yang memberi semangat dalam menjalani hidup, pokoknya seseorang yang
sangat berarti untuk hidup kita.
Siapa sih yang mau merasakan kehilangan? Tidak ada. Tidak ada
seorangpun yang ingin merasa kehilangan orang yang disayanginya. Tetapi hidup
ini selalu mengajarkan keikhlasan untuk menerima bahwa sesuatu yang
dipertemukan suatu saat nanti pasti akan dipisahkan. “Akan tiba saatnya seseorang yang kita sayang akan hilang, entah hilang
diambil Tuhan atau hilang diambil orang. Tinggal kita yang memaknai semua
kebersamaan dengannya”.
Butuh waktu berapa lama untuk mengikhlaskan kehilangan? Tak tentu. Semua
tergantung kepada diri masing-masing orang. Tergantung seberapa besar takaran
kasih dan sayang terhadap orang itu dan seberapa berartinya orang itu terhadap
hidup kita. Keluarga? Sanggupkah kalian kehilangan keluarga kalian? Butuh waktu
berapa lama untuk mengikhlaskan? Tak terhingga bukan? Malah takkan pernah
terlupakan. Semua kenangan tentang keluarga akan selalu teringat. Kebiasaan bangun
pagi, kebiasaan mandi, makan, bercerita, dan lain-lain. Semua pasti akan masih
sangat jelas tergambar didalam pikiran kita meskipun mereka sudah tidak bersama
kita. Bagaimana kalau kehilangan pacar atau sahabat? Itu juga sama. Semua memiliki
porsi tersendiri didalam hidup kita. Seberapa penting mereka hanya kita yang
tau. Jadi seberapa lama kita mengikhlaskanpun hanya kita yang tau. Kalau pacar
mungkin jika sudah ada yang baru, akan dengan mudah mengikhlaskan yang lalu,
tapi tidak semua seperti itu. Ada mereka yang begitu menyayangi dengan sepenuh
hati dan berharap penuh hingga pada akhirnya dikecewakan dan sakit hati hingga
sulit mengikhlaskan, dan timbul dendam, hingga akhirnya terus mengingat
kesakitan itu, mungkin kasus yang seperti ini akan butuh waktu lama. Tapi ingat,
Allah selalu memberi kita yang terbaik. Jika kita ditakdirkan untuk merasa kehilangan
seseorang, pasti Allah akan mengirimkan seseorang yang lebih baik lagi untuk
kita.
Jadi, kuncinya hanya sabar dan ikhlas dalam menghadapi kehilangan. Tidak
perlu terus dipikirkan, cukup diingat dan diambil hikmahnya agar kita bisa
mengartikan makna kebersamaan bersama orang yang kita sayangi. Jangan
sia-siakan dia yang tulus menyayangimu, hingga akhirnya nanti dia yang
menyayangimu hilang…
Salam ,
rap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar